Rabu, 03 Desember 2014
Monday, 24 November 2014 02:28
Last Updated on Wednesday, 03 December 2014 04:06
Written by Ilham Ang Jaya
24 November 2014 menjadi hari yang menegangkan sekaligus dinanti-nanti oleh Tim International Organization for standarization (ISO) Fikom Untar. FIkom Untar kini tengah kedatangan sejumlah tamu istimewa dari institusi terkait yang akan melakukan penilaian ulang tahunan terhadap Fakultas Ilmu Komunikasi di Untar. Persyaratan standar ISO ini mengacu pada lingkup (scope), acuan normatif, istilah dan definisi, sistem manajemen mutu, tanggung jawab manajemen, pengelolaan sumber daya, realisasi produk hingga pada pengukuran, analisis dan perbaikan.
Penerapan ISO ini bertujuan agar dapat memetakan keberadaan Fikom Untar dan diharapkan dapat bermanfaat dalam peningkatan mutu pendidikan di FIkom Untar.
Tahun lalu, FIkom Untar yang baru berdiri sejak tahun 2006 berhasil memeroleh standar sistem manajemen mutu yang diakui secara international. Dekan Fikom Untar kala itu, Dr. Eko Harry Susanto, M.Si. menyatakan hasil tersebut terbilang lumayan untuk fakultas muda. Namun, FIkom Untar tentunya tak berpuas diri dan optimis dalam kesuksesan meraih sertifikasi ISO. Optimisme ini bukannya tidak beralasan, terlebih selama setahun ini FIkom Untar tengah melakukan banyak perbaikan fasilitas dan penambahan jumlah dosen.
Semoga hasil dari penetapan kembali standar ISO dapat berlangsung sesuai dengan harapan dan bermanfaat bagi pengembangan kualitas mutu pendidikan FIkom Untar ke depannya! (iaj)
By: Fikom Untar
Di post oleh: Dewi / 915130016
Pameran profile dosen Fikom Untar
Friday, 28 November 2014 05:35
Last Updated on Friday, 28 November 2014 05:51
Written by Andre Lukita
Dalam kelas Hukum Komunikasi, para mahasiswa Fikom angkatan 2014 membuat mading dengan isi menampilkan profile para dosen Fikom Untar. Mading yang ditampilkan ini, berisi tentang biodata para dosen, seperti karier, motto hidup dan juga latar belakang pendidikan mereka.
Berbagai latar belakang dosen dan pekerjaan lain mereka ditampilkan di mading ini. Sebagai contoh Ibu Budi Utami, S.Sos., M.Si , selain menjadi dosen dalam matakuliah Bahasa Indonesia, beliau juga salah seorang jurnalis di stasiun TV swasta SCTV. Juga ada Pak Kurniawan HS, S.IP, MA sebagai editor di surat kabar Jakarta Post.
Selain membahas mengenai profile dan karier mereka, dalam mading ini juga membahas mengenai Visi dan Misi para dosen tersebut.
“Membantu mahasiswa untuk berpikir secara rasional dan kritis.”, ini adalah salah satu visi dan misi yang dimiliki oleh dosen mata kuliah Filsafat Sains & Teknologi, Pak Irsa Bastian, Drs., MM. (AL)
By: Fikom Untar
Di post oleh: Dewi / 915130016
Tarian dan harmonisasi lagu adalah sebuah ikon menarik Bollywood. Terlebih lagi, aktor-aktris ternama menjadi primadona-nya para penikmat industri film dari India. Sebut saja Shahrukh Khan, Kajol, dan Saurabh Raj Jain. Hampir semua pecinta Bollywood pasti mengenal pesona artis berkultur hinduisme ini. Semangat, aura hingga ekspresi aktraktif India memang selalu menjadi daya tarik unik. Beragam budaya, ratusan bahasa, bermacam tata cara terangkum indah di dalam industri ini. Bagaimana jika kita dapat merasakan sensasi Bollywood secara live di FIKom Untar?
Nuansa India terasa kental ketika mahasiswa/i FIKom Untar memasuki ruang kelas Komunikasi Lintas Budaya tepat sepekan lalu. Aroma wewangian khas dari dupa dan sandalwood menyerbak harum dari dalam kelas. Tak hanya itu, pesona keindahan sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar kedua dunia terpampang indah di sepanjang area kelas. Bila kita telaah, negara India tidaklah jauh berbeda dengan Indonesia. Terdapat ragam budaya, bahasa, adat istiadat hingga destinasi wisata yang khas. Mereka tak henti-hentinya memukau masyarakat luas akan kekayaan kulturnya. Semuanya terkupas habis dalam presentasi negara India.
Tradisi upacara sembahyang dan kebiasaan masyarakat India saat menyapa dan bertemu menyisakan ingatan kita akan warna-warni kultur negara berikon Taj Mahal ini. Bahkan, perjuangan Mahatma Gandhi melakukan perlawanan tanpa kekerasan menuju India Merdeka dapat kita simak secara langsung. Selaras dengan drama Gandhi, adegan drama Mahabrata juga diperankan demi menunjang sensasi India di FIKom Untar. India adalah ekspresif aktraktif dari wujud konkret Bollywood dengan tarian dan alunan lagu yang unik. Maka tak heran, sensasi menari centil dapat kita tonton langsung secara live bersamaan dengan beberapa harmonisasi asli Bollywood.
Sebagai tambahan, kelompok presentasi (26/11) mengambil konsep grand opening restoran baru “Royal Kitchen” bertema Mahatma Gandhi dan kelompok lainnya (27/11) mendeskripsikan cerita sayembara tentang Mahabrata dengan konsep kegiatan belajar mengajar di sekolah. Semoga dengan dikenalkannya negara beribu kota New Delhi, mahasiswa/i FIKom Untar mampu memahami corak budaya negara India! (fs)
Simulasi KRRS Online
DPM Fikom Untar mengadakan pelatihan simulasi KRRS Online pada Hari Senin sampai dengan Kamis, 16 sampai dengan 20 November 2014 di Puskom lantai 10 Gedung Utama, Universitas Tarumangara. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih dan memberikan pengarahan kepada mahasiswa FIKom angkatan 2014, yang akan mengisi jadwal kuliah secara online untuk mengisi mata kuliah semester berikutnya.
Selain penerangan mengenai langkah-langkah dalam mengisi jadwal Online, para mahasiswa juga diterangkan mengenai berbagai macam prasyarat untuk mengisi KRRS Online, mulai dari mengenai pembayaran biaya kuliah per-semester, pemenuhan nilai pada setiap matakuliah, juga mengenai tips-tips dalam mengisi jadwal dalam perkuliahan di semester selanjutnya.
By: Fikom Untar
Post by: Dewi / 915130016
Monday, 24 November 2014 02:28Last Updated on Wednesday, 03 December 2014 04:06Written by Ilham Ang Jaya
24 November 2014 menjadi hari yang menegangkan sekaligus dinanti-nanti oleh Tim International Organization for standarization (ISO) Fikom Untar. FIkom Untar kini tengah kedatangan sejumlah tamu istimewa dari institusi terkait yang akan melakukan penilaian ulang tahunan terhadap Fakultas Ilmu Komunikasi di Untar. Persyaratan standar ISO ini mengacu pada lingkup (scope), acuan normatif, istilah dan definisi, sistem manajemen mutu, tanggung jawab manajemen, pengelolaan sumber daya, realisasi produk hingga pada pengukuran, analisis dan perbaikan.
Penerapan ISO ini bertujuan agar dapat memetakan keberadaan Fikom Untar dan diharapkan dapat bermanfaat dalam peningkatan mutu pendidikan di FIkom Untar.
Tahun lalu, FIkom Untar yang baru berdiri sejak tahun 2006 berhasil memeroleh standar sistem manajemen mutu yang diakui secara international. Dekan Fikom Untar kala itu, Dr. Eko Harry Susanto, M.Si.menyatakan hasil tersebut terbilang lumayan untuk fakultas muda. Namun, FIkom Untar tentunya tak berpuas diri dan optimis dalam kesuksesan meraih sertifikasi ISO. Optimisme ini bukannya tidak beralasan, terlebih selama setahun ini FIkom Untar tengah melakukan banyak perbaikan fasilitas dan penambahan jumlah dosen.
Semoga hasil dari penetapan kembali standar ISO dapat berlangsung sesuai dengan harapan dan bermanfaat bagi pengembangan kualitas mutu pendidikan FIkom Untar ke depannya! (iaj)
By: Fikom Untar
Di post oleh: Dewi / 915130016
Monday, 24 November 2014 02:28Last Updated on Wednesday, 03 December 2014 04:06Written by Ilham Ang Jaya
24 November 2014 menjadi hari yang menegangkan sekaligus dinanti-nanti oleh Tim International Organization for standarization (ISO) Fikom Untar. FIkom Untar kini tengah kedatangan sejumlah tamu istimewa dari institusi terkait yang akan melakukan penilaian ulang tahunan terhadap Fakultas Ilmu Komunikasi di Untar. Persyaratan standar ISO ini mengacu pada lingkup (scope), acuan normatif, istilah dan definisi, sistem manajemen mutu, tanggung jawab manajemen, pengelolaan sumber daya, realisasi produk hingga pada pengukuran, analisis dan perbaikan.
Penerapan ISO ini bertujuan agar dapat memetakan keberadaan Fikom Untar dan diharapkan dapat bermanfaat dalam peningkatan mutu pendidikan di FIkom Untar.
Tahun lalu, FIkom Untar yang baru berdiri sejak tahun 2006 berhasil memeroleh standar sistem manajemen mutu yang diakui secara international. Dekan Fikom Untar kala itu, Dr. Eko Harry Susanto, M.Si.menyatakan hasil tersebut terbilang lumayan untuk fakultas muda. Namun, FIkom Untar tentunya tak berpuas diri dan optimis dalam kesuksesan meraih sertifikasi ISO. Optimisme ini bukannya tidak beralasan, terlebih selama setahun ini FIkom Untar tengah melakukan banyak perbaikan fasilitas dan penambahan jumlah dosen.
Semoga hasil dari penetapan kembali standar ISO dapat berlangsung sesuai dengan harapan dan bermanfaat bagi pengembangan kualitas mutu pendidikan FIkom Untar ke depannya! (iaj)
Diambil dari Fikom Untar
Di post oleh: Dewi / 915130016
Thursday, 27 November 2014 03:34 Last Updated on Friday, 28 November 2014 05:51 Written by Ilham Ang Jaya
Setelah sukses menyelenggarakan Piala Dekan dan Pudek 2014 untuk kalangan internal FIkom. Kini, BEM FIkom Untar untuk pertama kalinya menyambung ajang kompetisi internal FIkom tersebut dengan Piala Dekan dan Pudek yang dibuka untuk umum. Sedikit berbeda dengan Piala Dekan dan Pudek internal, untuk Piala Dekan dan Pudek eksternal ini hanya ada satu cabang lomba yang dilombakan, yakni futsal.
Lebih dari 30 tim terdaftar untuk unjuk kebolehan mengolah si kulit bundar dan ketangguhan timnya. Sejak Rabu kemarin(26/11/14), laga-laga nan seru telah menjadi tontonan menghibur bagi para penonton yang memenuhi Lapangan Hall D Lt. 8 Kampus 2 yang menjadi venue acara. Salah satu contohnya adalah laga yang ditutup secara dramatis melalui adu penalti antara Gerobak vs. Usakti. Tenutnya, masih akan ada serangkaian laga-laga seru lainnya yang masih menanti. Kompetisi ini sendiri masih akan berlangsung hingga Jumat(28/11/14). Jadi tunggu apalagi? Yuk mari bergabung bersama keseruan Piala Dekan dan Pudek 2014 versi eskternal ini dan jadilah saksi perjalanan sang kampiun merebut Piala Dekan dan Pudek 2014! (iaj)
Credit by: @fikomuntar
Post by: Dewi / 915130016
Mata Najwa : “Dibalik Pilar Konstitusi”
Pada hari Rabu 27 Agustus, Universitas Tarumanagara mendapat undangan dari Metro TV untuk menyaksikan acara talkshow “Mata Najwa” yang bertempat di Mahkamah Konstitusi. Sungguh hal yang sangat membanggakan bagi Untar, karena undangan tersebut langsung diajukan oleh Najwa Shihab sendiri. Saat hari H tiba, beberapa mahasiswa Untar turut mengikuti acara tersebut. Walaupun hanya sedikit mahasiswa yang ikut ke Mahkamah Konstitusi, bus Blue Bird yang dikirim oleh Metro TV tetap menjemput di Universitas Tarumanagara dengan tepat waktu, yaitu pukul 3 sore. Bus yang hanya berpenumpang mahasiswa Untar dari Fakultas Ilmu Komunikasi itupun terlihat megah, karena tidak semua bangku terpenuhi.
Saat tiba di tempat tujuan, mereka turun dari bus dan langsung dibagikan makanan. Sebagian mahasiswa Untar mengisi perut mereka dengan makanan yang diberikan. Dimulainya acara “Mata Najwa” masih cukup lama, sehingga semua orang yang diundang untuk jadi penonton dipersilakan masuk ke dalam aula dalam Gedung Mahkamah Konstitusi.
Tiga jam kemudian, setelah sekian lama menunggu, akhirnya acara yang di nanti-nantikan pun tiba, yaitu pukul 8 malam. Acara tersebut berdurasi satu jam setengah. Tema yang diangkat oleh Najwa pada saat itu adalah “Dibalik Pilar Konstitusi”, di mana bintang tamunya merupakan Ketua Mahkamah Konstitusi, Hamdan Zoelva.
Melalui acara ini, orang yang menyaksikan dan menyimak pengakuan Hamdan Zoelva lewat pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Najwa akan mengetahui keadaan yang sesungguhnya, bagaimana pekerjaan-pekerjaan sang Ketua MK dan apa saja kejadian yang terjadi saat dilaksanakannya penggugatan Pilpres 2014 oleh Prabowo-Hatta.
Melalui sebuah video, Hamdan menunjukkan satu dari tiga ruangan yang berisi bukti-bukti pelanggaran saat dilangsungkannya Pemilihan Presiden. Begitu banyaknya barang bukti dalam satu ruangan penuh, sehingga orang-orang pun akan sulit berjalan di dalam ruangan tersebut karena terasa sempit.
Setelah itu, dalam acara “Mata Najwa” juga diceritakan perjalanan hidup Hamdan Zoelva mulai dari beliau menjadi asisten dosen, hingga sekarang berada di bangku Ketua Mahkamah Konstitusi. Keberhasilan yang diraih oleh Hamdan tidak lepas dari bimbingan Dosennya selama beliau kuliah. Selama Hamdan melamar pekerjaan sebagai pengacara, beliau tidak lagi menunjukan ijazah kuliahnya, karena Dosen yang akrab dengannya langsung mengajukan dia dalam pekerjaan tersebut. Setelah Hamdan banyak bercerita tentang perjuangannya menuju kesuksesan, tidak lama kemudian Dosen terdekatnya pun berdiri dari bangku yang ia duduki, dan berjalan menuju Hamdan untuk melepas rasa rindu, kemudian ia menduduki bangku yang paling depan. Ternyata tanpa disadari oleh Hamdan, Dosennya memberi kejutan bahwa ia hadir dalam acara tersebut. Ia jauh datang dari Makasar menuju Jakarta demi bertemu dengan mantan mahasiswa yang sangat dibanggakan olehnya.
Pada sesi yang terakhir, Najwa membahas tentang daya tarik yang dimiliki Hamdan. Tidak hanya dikalangan ibu-ibu, bahkan banyak anak muda perempuan yang sangat kagum dengan ketampanannya. Tetapi Hamdan tidak merasa risih dengan itu, justru hal tersebut ditanggapi secara positif. Beliau menjadi bersemangat untuk melakukan pekerjaannya sebaik mungkin dan tidak ingin mengecawakan para fans-nya. Hamdan berusaha untuk tahan dengan godaan-godaan yang ada, terutama godaan uang. Beliau berkata bahwa uang dapat dicari, tetapi yang terpenting adalah menjaga kehormatan dan nama baik.
Oleh : Linsye Linori Tanama / 915130011
Langganan:
Postingan (Atom)